Pelatihan Penguatan Rantai Nilai antara Industri Mikro dan Makro Menuju Ekonomi Inklusif

Main Article Content

Sudirman
Bambang Ismaya

Abstract

Penguatan rantai nilai antara industri mikro dan makro menjadi strategi penting untuk menciptakan ekonomi inklusif di Indonesia. Meskipun UMKM berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto dan penyerapan tenaga kerja, keterbatasan akses teknologi, modal, dan pasar menghambat integrasi mereka ke dalam sistem produksi industri makro. Kegiatan pengabdian ini melibatkan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha mikro, fokus pada manajemen produksi dan kualitas produk, digitalisasi pemasaran, akses pembiayaan, serta strategi kemitraan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kapasitas manajerial, kemampuan pemasaran digital, dan pemahaman konsep rantai nilai. Beberapa peserta berhasil menjalin kemitraan pasokan dengan industri menengah dan besar, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan pendapatan. Kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas skala usaha sebagai fondasi ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, sekaligus menjadi model pemberdayaan UMKM yang dapat direplikasi di berbagai wilayah untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Article Details

Section
Articles
Author Biography

Sudirman, Universitas Tadulako Palu

Penguatan rantai nilai antara industri mikro dan makro menjadi strategi penting untuk menciptakan ekonomi inklusif di Indonesia. Meskipun UMKM berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto dan penyerapan tenaga kerja, keterbatasan akses teknologi, modal, dan pasar menghambat integrasi mereka ke dalam sistem produksi industri makro. Kegiatan pengabdian ini melibatkan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha mikro, fokus pada manajemen produksi dan kualitas produk, digitalisasi pemasaran, akses pembiayaan, serta strategi kemitraan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kapasitas manajerial, kemampuan pemasaran digital, dan pemahaman konsep rantai nilai. Beberapa peserta berhasil menjalin kemitraan pasokan dengan industri menengah dan besar, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan pendapatan. Kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas skala usaha sebagai fondasi ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, sekaligus menjadi model pemberdayaan UMKM yang dapat direplikasi di berbagai wilayah untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

References

Arisinta, O., Sakti, N. C., & Subroto, W. T. (2025). Increasing the Competitiveness of Global MSMEs Amid Inflation Rate 2024-2025: Government Policy of the Government of Indonesia. Formosa Journal of Science and Technology, 3(12).

ASEAN & ERIA. (2024). ASEAN SME Policy Index 2024: Enabling Sustainable Growth and Digitalisation. Jakarta: Economic Research Institute for ASEAN and East Asia.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). (2023). Kajian Penguatan Rantai Nilai dan Investasi UMKM di Indonesia. Jakarta: BKPM.

Berbakti, Y. (2024). Laporan Kajian Akses Pembiayaan UMKM Indonesia 2024. Jakarta: Yayasan Berbakti.

Febriana, V., Rahmani, N. A. Bi., & Silalahi, P. R. (2025). Digital Supply Chain Integration in Tofu MSMEs of Rambung Merah Village. Indonesian Journal of Innovation Studies, 26(3).

IMF. (2024). Indonesia: Staff Report for the 2024 Article IV Consultation. Washington, DC: International Monetary Fund.

Iskandar, T., & Arifin, R. (2023). Navigating Indonesia’s Logistics and Supply Chain Challenges: A Data-Driven Analysis of Logistics Performance Index. Jurnal BPPK: Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, 16(1).

KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah). (2022). Kajian Penguatan Kualitas Pengelolaan Inkubator UMKM Industri Halal. Jakarta: KNEKS.

Linda, M. R., Rahim, R., Suhery, & Ravelby, T. A. (2024). MSME Business Performance: The Role of Competitive Advantage, Supply Chain Management Practices and Innovation. BASKARA: Journal of Business and Entrepreneurship, 5(1).

Miswanto, M., Hidayat, R., & Tjahjono, H. K. (2024). The Effect of Financial Literacy and Supply Chain Management Practices on MSME Performance in Indonesia. International Journal of Economics, Business, and Accounting Research (IJEBAR), 8(1), 88–98.

OECD. (2023). OECD SME and Entrepreneurship Outlook 2023. Paris: OECD Publishing.

OECD. (2024). Financing SMEs and Entrepreneurs 2024: An OECD Scoreboard. Paris: OECD Publishing.

OECD. (2024). OECD Economic Surveys: Indonesia 2024. Paris: OECD Publishing.

SME Finance Forum. (2019). MSME Finance Gap: Assessment of the Shortfalls and Opportunities in Financing Micro, Small and Medium Enterprises in Emerging Markets. Washington, DC: International Finance Corporation (IFC).

Sulistiyowati, E., & Rahmawati, I. D. (2024). Digital Marketing Drives MSME Sales Growth in Indonesia. Indonesian Journal of Law and Economics Review, 19(2).

The IJBMT. (2024). Analysis of MSME Competitive Strategies and Logistics Efficiency in Southeast Asia. International Journal of Business Management and Technology, 8(3), 77–91.

WEF (World Economic Forum). (2024). Global Value Chain Development Report: Connecting SMEs to the Global Economy. Geneva: World Economic Forum.