Penerapan Teknologi Smart Farming dalam Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi Usahatani Padi di Karawang

Main Article Content

Emmy Hamidah
Bambang Ismaya

Abstract

Penerapan smart farming berbasis Internet of Things (IoT) menunjukkan peran strategis dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan pertanian padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui pemanfaatan teknologi digital seperti sensor kelembapan tanah, sistem irigasi otomatis, dan analisis data real-time, petani mampu mengoptimalkan penggunaan sumber daya, menekan biaya operasional, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk, pestisida, dan air. Hasil pelatihan terhadap 50 peserta menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan air hingga 30%, penurunan penggunaan pupuk sebesar 20%, serta peningkatan hasil panen rata-rata 13–17% per hektar. Selain itu, teknologi ini mendorong transformasi pola manajemen usahatani dari berbasis intuisi menuju pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making). Dampak positif lainnya meliputi peningkatan adaptasi terhadap perubahan iklim, minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, serta pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan melalui praktik pertanian berkelanjutan. Meskipun demikian, implementasi smart farming masih menghadapi kendala berupa keterbatasan literasi digital, infrastruktur internet, dan biaya investasi awal. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan, dan kelompok tani menjadi faktor kunci untuk memperluas penerapan dan memastikan keberlanjutan smart farming sebagai model pertanian modern yang efisien, berdaya saing, dan ramah lingkungan.

Article Details

Section
Articles
Author Biography

Emmy Hamidah, Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Penerapan smart farming berbasis Internet of Things (IoT) menunjukkan peran strategis dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan pertanian padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui pemanfaatan teknologi digital seperti sensor kelembapan tanah, sistem irigasi otomatis, dan analisis data real-time, petani mampu mengoptimalkan penggunaan sumber daya, menekan biaya operasional, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk, pestisida, dan air. Hasil pelatihan terhadap 50 peserta menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan air hingga 30%, penurunan penggunaan pupuk sebesar 20%, serta peningkatan hasil panen rata-rata 13–17% per hektar. Selain itu, teknologi ini mendorong transformasi pola manajemen usahatani dari berbasis intuisi menuju pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making). Dampak positif lainnya meliputi peningkatan adaptasi terhadap perubahan iklim, minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, serta pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan melalui praktik pertanian berkelanjutan. Meskipun demikian, implementasi smart farming masih menghadapi kendala berupa keterbatasan literasi digital, infrastruktur internet, dan biaya investasi awal. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan, dan kelompok tani menjadi faktor kunci untuk memperluas penerapan dan memastikan keberlanjutan smart farming sebagai model pertanian modern yang efisien, berdaya saing, dan ramah lingkungan.

References

Kumar, S., & Singh, R. (2023). Smart farming Technologies and Their Role in Sustainable Agriculture. Sustainable Agriculture Reviews, 57, 231–250.

Nugroho, D., Santosa, B., & Raharja, S. (2021). Pemanfaatan IoT untuk Efisiensi Irigasi dan Peningkatan Produksi Padi di Lahan Sawah. Jurnal Teknologi Pertanian, 22(3), 145–156.

Nugroho, D., Santoso, R., & Puspitasari, N. (2021). Implementasi Sistem Irigasi Otomatis Berbasis IoT untuk Efisiensi Penggunaan Air pada Lahan Pertanian. Jurnal Teknologi Pertanian Indonesia, 12(2), 145–153.

Prasetyo, A., Nugroho, B., & Lestari, R. (2023). Transformasi Digital dalam Sektor Pertanian: Peningkatan Kapasitas Adaptif Petani terhadap Perubahan Iklim di Indonesia. Jurnal Teknologi Pertanian Berkelanjutan, 12(2), 45–58.

Putra, A. D., & Nugroho, S. (2023). Penerapan Teknologi Internet of Things (IoT) dalam Pertanian Cerdas Berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Teknologi Pertanian Modern, 12(2), 87–98.

Rahman, A., & Prasetyo, B. (2021). Penerapan Teknologi Smart farming untuk Peningkatan Produktivitas Pertanian di Indonesia. Jurnal Teknologi dan Sistem Pertanian, 12(3), 145–156.

Rahman, A., & Yuliana, S. (2022). Smart Irrigation System Berbasis IoT untuk Efisiensi Air dan Peningkatan Produktivitas Pertanian. Jurnal Agroindustri dan Lingkungan, 10(1), 33–41.

Rahman, A., Fadilah, R., & Yuliana, D. (2022). Implementasi Smart farming Berbasis IoT untuk Optimalisasi Sumber Daya Pertanian. Jurnal Agritechno, 5(2), 87–99.

Rahmawati, S., Nugroho, A., & Prasetyo, H. (2021). Smart farming dan Tantangan Transformasi Pertanian Berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Teknologi Pertanian, 22(3), 145–156.

Rizal, M., Prasetyo, A., & Handayani, D. (2021). Smart farming dan Transformasi Digital Pertanian di Indonesia: Peluang, Tantangan, dan Strategi Implementasi. Jurnal Teknologi Pertanian Indonesia, 12(3), 145–158.

Saragih, B., & Siregar, H. (2021). Transformasi Pertanian Indonesia menuju Smart farming Berkelanjutan. Jurnal Pembangunan Pertanian, 42(2), 115–128.

Sari, R. D., Nugroho, B. A., & Prasetyo, Y. (2021). The Impact of Precision Agriculture Technology Adoption on Rice Farming Productivity in Indonesia. Journal of Agricultural and Rural Development, 12(3), 145–158.

Utami, S., & Handayani, R. (2021). Sustainable Smart farming sebagai Strategi Pertanian Ramah Lingkungan. Jurnal Agro Inovasi, 8(2), 101–112.