Penguatan Kompetensi Public Speaking Universitas Nusa Putra melalui Model Microteaching dan Peer Feedback Terstruktur Berbasis Video

Main Article Content

Hesri Mintawati
Meiliani Luckieta
Bonse Aris Mandala Putra

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi public speaking mahasiswa Universitas Nusa Putra melalui penerapan model microteaching dan peer feedback terstruktur berbasis video. Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan komunikasi lisan mahasiswa, terutama dalam aspek kejelasan penyampaian, penguasaan materi, intonasi, serta bahasa tubuh. Penguatan kompetensi ini menjadi urgensi strategis mengingat kemampuan public speaking merupakan soft skills esensial dalam mendukung keberhasilan akademik dan kesiapan memasuki dunia kerja. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan pre-test, penyampaian materi teknik public speaking, praktik microteaching individu, perekaman performa peserta, serta pemberian peer feedback terstruktur berbasis video yang diakhiri dengan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 40 mahasiswa dari berbagai program studi. Berdasarkan hasil pengolahan data pada Batch 80-, nilai rata-rata pre-test peserta sebesar 40,26 dan meningkat menjadi 80,51 pada post- test, dengan rata-rata peningkatan sebesar 40,25 poin. Mayoritas peserta mencapai kategori kompeten dengan nilai akhir ?80, menunjukkan efektivitas model yang diterapkan. Selain peningkatan skor kuantitatif, mahasiswa menunjukkan perkembangan signifikan dalam aspek struktur penyampaian materi, artikulasi dan intonasi suara, pengelolaan bahasa tubuh, serta kemampuan memberikan dan menerima umpan balik secara profesional. Model microteaching memberikan ruang latihan terfokus, sementara peer feedback berbasis video mendorong refleksi diri yang objektif dan kolaboratif. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model microteaching dan peer feedback terstruktur berbasis video efektif dalam memperkuat kompetensi public speaking mahasiswa. Program ini dapat direkomendasikan sebagai model pengabdian masyarakat yang inovatif, terukur, dan aplikatif dalam pengembangan soft skills di lingkungan perguruan tinggi.

Article Details

Section
Articles
Author Biography

Hesri Mintawati, Universitas Nusa Putra

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi public speaking mahasiswa Universitas Nusa Putra melalui penerapan model microteaching dan peer feedback terstruktur berbasis video. Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan komunikasi lisan mahasiswa, terutama dalam aspek kejelasan penyampaian, penguasaan materi, intonasi, serta bahasa tubuh. Penguatan kompetensi ini menjadi urgensi strategis mengingat kemampuan public speaking merupakan soft skills esensial dalam mendukung keberhasilan akademik dan kesiapan memasuki dunia kerja. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan pre-test, penyampaian materi teknik public speaking, praktik microteaching individu, perekaman performa peserta, serta pemberian peer feedback terstruktur berbasis video yang diakhiri dengan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 40 mahasiswa dari berbagai program studi. Berdasarkan hasil pengolahan data pada Batch 80-, nilai rata-rata pre-test peserta sebesar 40,26 dan meningkat menjadi 80,51 pada post- test, dengan rata-rata peningkatan sebesar 40,25 poin. Mayoritas peserta mencapai kategori kompeten dengan nilai akhir ?80, menunjukkan efektivitas model yang diterapkan. Selain peningkatan skor kuantitatif, mahasiswa menunjukkan perkembangan signifikan dalam aspek struktur penyampaian materi, artikulasi dan intonasi suara, pengelolaan bahasa tubuh, serta kemampuan memberikan dan menerima umpan balik secara profesional. Model microteaching memberikan ruang latihan terfokus, sementara peer feedback berbasis video mendorong refleksi diri yang objektif dan kolaboratif. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model microteaching dan peer feedback terstruktur berbasis video efektif dalam memperkuat kompetensi public speaking mahasiswa. Program ini dapat direkomendasikan sebagai model pengabdian masyarakat yang inovatif, terukur, dan aplikatif dalam pengembangan soft skills di lingkungan perguruan tinggi.

References

Allen, M., et al. (2019). Communication skill training in higher education. Communication Education, 68(4), 453–471.

Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2016). A taxonomy for learning, teaching, and assessing. Pearson.

Bandura, A. (2018). Toward a psychology of human agency. Perspectives on Psychological Science, 13(2), 130–136.

Biggs, J., & Tang, C. (2019). Teaching for quality learning at university. McGraw-Hill Education. Boud, D., & Molloy, E. (2013). Feedback in higher and professional education. Routledge.

Brookfield, S. D. (2017). Becoming a critically reflective teacher. Jossey-Bass.

Brown, P. C., Roediger, H. L., & McDaniel, M. A. (2014). Make it stick: The science of successful learning. Harvard University Press.

Burke, L. A., & Williams, J. M. (2018). Developing presentation skills. Journal of Management Education, 42(1), 34–59.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage.

De Grez, L., Valcke, M., & Roozen, I. (2014). The impact of peer assessment on public speaking skills. Studies in Higher Education, 39(2), 234–250.

Dunlosky, J., et al. (2013). Improving students’ learning with effective learning techniques. Psychological Science in the Public Interest, 14(1), 4–58.

Evans, N. J., et al. (2019). Student development in college. Jossey-Bass.

Freeman, S., et al. (2014). Active learning increases student performance. PNAS, 111(23), 8410– 8415.

Goleman, D. (2017). Emotional intelligence. Bantam Books.

Hakim, L., & Kurniawan, A. (2022). Pengembangan soft skills mahasiswa melalui pembelajaran reflektif. Jurnal Pendidikan Tinggi, 16(2), 145–158.

Hattie, J. (2017). Visible learning for teachers. Routledge.

Hidayat, R., & Pratama, A. (2022). Kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 11(1), 25–38.

Hosman, L. A. (2010). The evaluative consequences of confidence in communication. Human Communication Research.

Illeris, K. (2018). Contemporary theories of learning. Routledge.

Kemendikbudristek. (2022). Panduan pengembangan soft skills mahasiswa. Kemdikbudristek. Kolb, D. A. (2015). Experiential learning. Pearson.

Kurniawan, D., & Saputra, H. (2021). Video-based learning dalam pelatihan komunikasi. Jurnal Pendidikan Vokasi, 11(3), 278–289.

Lestari, S., & Putra, A. (2022). Video feedback sebagai media refleksi pembelajaran. Jurnal Media Pendidikan, 6(2), 101–112.

McCroskey, J. C. (2016). An introduction to rhetorical communication. Routledge. Merrill, M. D. (2018). First principles of instruction. Pfeiffer.

Moon, J. A. (2013). Reflection in learning and professional development. Routledge.

Nicol, D., & Macfarlane?Dick, D. (2006). Formative assessment and self?regulated learning. Studies in Higher Education, 31(2), 199–218.

OECD. (2019). Future of education and skills 2030. OECD Publishing.

Panadero, E. (2017). A review of self-regulated learning. Educational Research Review, 22, 1–14.

Pramudita, A., & Hidayat, R. (2024). Pengaruh video feedback terhadap kepercayaan diri mahasiswa. Jurnal Psikologi Terapan, 8(2), 89–101.

Pratama, D., & Yuliana, S. (2023). Public speaking sebagai soft skill strategis mahasiswa. Jurnal Pendidikan Karier, 5(1), 23–35.

Prince, M. (2014). Does active learning work? Journal of Engineering Education, 93(3), 223–231. Rahman, A., & Nugroho, E. (2023). Video feedback dalam pembelajaran komunikasi lisan. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 7(2), 112–124.

Rahmadani, S., & Putra, Y. (2023). Self-efficacy dan public speaking mahasiswa. Jurnal Psikologi Sosial, 18(2), 134–146.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2020). Organizational behavior. Pearson.

Salmon, G. (2013). E-tivities. Routledge.

Schön, D. A. (2017). The reflective practitioner. Routledge.

Siemens, G. (2014). Connectivism: A learning theory for the digital age.

Slavin, R. E. (2018). Educational psychology: Theory and practice. Pearson.

Stake, R. E. (2010). Qualitative research. Guilford Press.

Sudjana, N. (2017). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2021). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.

Syuryatman, & Mufida, A. (2025). Pelatihan public speaking berbasis praktik. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 45–57.

Topping, K. (2017). Peer assessment in higher education. Higher Education Research & Development, 36(1), 1–15.

UNESCO. (2021). Reimagining our futures together. UNESCO Publishing. Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society. Harvard University Press.

Wankel, C., & Blessinger, P. (2019). Innovative approaches to teaching. Emerald. Wheeler, S. (2015). Learning with e-learning. Kogan Page.

Wibowo, A., & Lestari, R. (2024). Pembelajaran reflektif berbasis visual. Jurnal Teknologi dan Pendidikan, 10(1), 33–46.

Wicaksono, A., & Lestari, S. (2021). Model pembelajaran komunikasi berbasis refleksi. Jurnal Pendidikan Komunikasi, 4(2), 76–88.

Yorke, M. (2016). Employability in higher education. Higher Education Academy.

Zainal, A. (2020). Pengembangan komunikasi efektif mahasiswa. Jurnal Pendidikan Sosial, 12(2), 150–161.

Zepke, N. (2018). Student engagement in higher education. Teaching in Higher Education, 23(1), 1– 17.

Zimmerman, B. J. (2015). Self-regulated learning. Educational Psychologist, 45(1), 1–17.