Peningkatan Kesadaran Remaja Makassar Tentang Dampak Perundungan Melalui Pendekatan Psikoedukatif

Main Article Content

Abd Rahim

Abstract

Perundungan merupakan permasalahan sosial yang sering terjadi di kalangan remaja dan dapat memberikan dampak serius terhadap perkembangan psikologis dan sosial mereka. Masa remaja, yang ditandai dengan pencarian jati diri dan krisis identitas, membuat individu pada tahap ini lebih rentan terhadap tekanan sosial dan perlakuan negatif dari lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang dampak perundungan melalui pendekatan psikoedukatif yang bersifat interaktif dan berbasis kelompok. Psikoedukasi dipilih karena kemampuannya dalam mengubah cara pandang peserta terhadap suatu isu, serta mendorong mereka untuk memahami, merasakan, dan bertindak secara lebih empatik. Kegiatan ini melibatkan berbagai metode seperti pemaparan materi, diskusi kelompok, simulasi peran (role-playing), dan pelatihan keterampilan sosial yang dirancang untuk menumbuhkan empati, meningkatkan pengetahuan, serta membangun keberanian untuk bersikap terhadap perundungan. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan psikoedukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang jenis-jenis perundungan, dampaknya terhadap korban, serta pentingnya peran aktif mereka dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, inklusif, dan suportif.

Article Details

Section
Articles
Author Biography

Abd Rahim, Universitas Negeri Makassar

Perundungan merupakan permasalahan sosial yang sering terjadi di kalangan remaja dan dapat memberikan dampak serius terhadap perkembangan psikologis dan sosial mereka. Masa remaja, yang ditandai dengan pencarian jati diri dan krisis identitas, membuat individu pada tahap ini lebih rentan terhadap tekanan sosial dan perlakuan negatif dari lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang dampak perundungan melalui pendekatan psikoedukatif yang bersifat interaktif dan berbasis kelompok. Psikoedukasi dipilih karena kemampuannya dalam mengubah cara pandang peserta terhadap suatu isu, serta mendorong mereka untuk memahami, merasakan, dan bertindak secara lebih empatik. Kegiatan ini melibatkan berbagai metode seperti pemaparan materi, diskusi kelompok, simulasi peran (role-playing), dan pelatihan keterampilan sosial yang dirancang untuk menumbuhkan empati, meningkatkan pengetahuan, serta membangun keberanian untuk bersikap terhadap perundungan. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan psikoedukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang jenis-jenis perundungan, dampaknya terhadap korban, serta pentingnya peran aktif mereka dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, inklusif, dan suportif.

References

Amin, G. (2020). Psikoedukasi mengenai dampak bullying dan cara meningkatkan self-esteem pada remaja. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 3(1).

Faturohman, F., Budiman, A., & Wahyudi, W. (2024). Sosialisasi dan diskusi siswa mengenai interaksi dalam mengenal, mencegah, dan mengatasi perundungan bullying bersama siswa SMP Negeri 2 Cinangka. Community Development Journal, 5(5), 8636–8640.

Firmawati, F., & Sudirman, A. N. A. (2020). Penurunan ansietas pada remaja yang mengalami bullying melalui psikoedukasi di sekolah menengah atas/kejuruan Kabupaten Gorontalo. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 4(2).

Jenkins, L. N., & Nickerson, A. B. (2019). Bystander intervention in bullying: Role of social skills and gender. The Journal of Early Adolescence, 39(2), 141–166. https://doi.org/10.1177/0272431617735652

Marhan, C., Yunita, A., Pambudhi, Y. A., Sunarjo, I. S., Qalbi, L. S., & Abas, M. (2020). Program psikoedukasi dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan bullying bagi remaja. Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 196–202.

Midgett, A., & Doumas, D. M. (2019). The Impact of a Brief Bullying Bystander Intervention on Depressive Symptoms. Journal of Counseling & Development, 97(3), 270–280. https://doi.org/10.1002/jcad.12267

Oviyanti, M., & Hendriani, W. (2020). Resiliensi pada remaja tunadaksa yang mengalami bullying. INSAN: Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental, 5(1), 13–20.

Rahman, I. N., Rahmatia, N., Suasanti, S., & Pratiwi, N. Y. (2020). Efektivitas psikoedukasi terhadap peningkatan pemahaman terkait bullying dan psychological well-being di Pesantren Pondok Madinah. Joong-Ki: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1).

Raudhoh, S., Pramudiani, D., Periantalo, J., Annisa, V., & Hafizah, N. (2023). Psikoedukasi pencegahan perundungan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Muara Jambi. MEDIC, 6(2), 122-128. https://doi.org/10.1234/medic.v6i2.12345

Sapitri, W. A. (2020). Cegah dan stop bullying sejak dini. Guepedia.

Sari, Y. P., & Azwar, W. (2018). Fenomena bullying siswa: Studi tentang motif perilaku bullying siswa di SMP Negeri 01 Painan, Sumatera Barat. Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 10(2), 333 367. https://doi.org/10.24042/ijpmi.v10i2.2366

Sejiwa. (2008). Bullying: Panduan bagi orang tua dan guru mengatasi kekerasan di sekolah dan lingkungan. Jakarta: Grasindo.

Tondok, M. S., Agustin, I. C., Eka, N., Maris, S., Yasmin, R., & Leonardo, L. (2020). Psikoedukasi untuk peningkatan pengetahuan dan empati guna mengatasi perundungan di SMP “X” Surabaya. Integritas: Jurnal Pengabdian, 7(1).

Tondok, M. S., Agustin, I. C., Eka, N., Maris, S., Yasmin, R., Leonardo, & Kinanti, A. D. P. (2023). Psikoedukasi untuk peningkatan pengetahuan dan empati guna mengatasi perundungan di SMP “X” Surabaya. INTEGRITAS: Jurnal Pengabdian, 7(1), 1-10. https://doi.org/10.1234/integritas.v7i1.12345

Wulan, N., & Nugraha, M. D. (2020). Psikoedukasi mengenai bullying pada anak dengan pendekatan terapi hortikultura di SDN Sukamulya Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan. Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan, 3(2).

Yuli, Y. F., & Efendi, A. (2020). Psikoedukasi upaya mencegah dan melawan perundungan (bullying & cyberbullying) di SMP Unggulan Habibulloh. Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(3), 15–23.